Langsung ke konten utama

Novel - The SIMULATIONS Eps.003

 

LOST*

Rey terkejut karena pedang lasernya tak bisa bertahan lama. Namun, demi melindungi warga Great Ruler dan istrinya yang sedang mengandung—berlindung di tempat pengungsian—membuat Rey nekat meskipun ia tahu akan sangat sulit mengalahkan serigala mutan itu.

Rey memulai serangannya setelah serigala itu mengamuk karena ditembaki oleh peluru laser dari para pasukan R.

Rey mengayunkan pedang lasernya dan berteriak lantang, "Aaarghhh!"

SWINGG ... KRASS!

"GARRRRRRR!"

Serigala itu merintih setelah mencoba menangkis ayunan pedang Rey dengan tangannya, tapi malah terpotong karena pedang laser merah Rey.

Serigala itu meraung kesakitan, tangan kanannya berdarah hebat yang berwarna merah kebiruan.

Rey menggenggam gagang pedangnya kuat dengan kedua tangannya. Terlihat senyum di wajah para pasukan R karena Kapten mereka berhasil melukai serigala itu.

"ATTACK!" perintah Rey kepada seluruh pasukannya agar menyerang serigala itu dengan pedang laser.

Namun, hanya dua tentara yang bisa menggunakannya karena tenaga setrum pada pedang laser mereka telah habis.

Baterai pedang laser Ray tersisa 20% dan ia harus segera bergegas menyelesaikan pertarungannya.

Dua tentara lainnya kini menyerang serigala itu dari kedua sisi. Serigala itu cukup pintar dan sangat lincah.

Mahluk itu berhasil menghindari semua serangan dari dua pasukan Rey setelah mengetahui pedang bersinar merah itu bisa memotong tubuhnya.

Serigala itu terdesak, instingnya pun membawanya untuk berlari menghindar sejauh mungkin dari serangan pedang laser.

Rey dan pasukannya tertegun, serigala itu kabur dan malah berlari menuju ke tempat pengungsian. Rey panik seketika.

"Kejar serigala itu! Jangan sampai ketempat evakuasi warga!" pekik Rey mengomandoi seluruh pasukannya.

"Yes, Capt!"

Segera, Rey beserta seluruh pasukannya mengejar serigala yang berlari kencang dengan ketiga kakinya menuju ke tempat pengungsian.

"Pusat! Kirimkan bantuan! Perintahkan semua warga agar segera pergi dari Gua Lomidev!" teriak Rey lewat alat komunikasinya yang dipasang di kedua telinganya.

"Rey, gawat! Kita kehabisan robot. Hanya tersisa robot level D dan itupun menjaga pintu pusat komando. Kami tak bisa mengerahkannya. Terlalu berbahaya jika mengirimkan robot E!" pekik petugas di pusat kendali Simulator.

Rey makin cemas. Dia dan pasukannya hanya tinggal tersisa enam orang dengan amunisi hampir habis.

Namun, Rey sudah bertekad untuk menghentikan mahluk mutan itu. Presiden Roman ikut geram atas sikap saudaranya—Presiden Morlan.

Roman mendatangi gerbang Kermogal dengan seluruh pasukannya. Morlan terkejut melihat kedatangan Roman. Semua petugas di sana panik.

Roman langsung mencengkram kuat kerah leher baju Morlan.

"Lihat perbuatanmu! Kau membuat kepanikan di Great Ruler, di negaramu sendiri! Musuh sebenarnya bukan pasukan Rusia ataupun Siberia, tapi kau Morlan, kau!" teriak Presiden Roman dengan penuh kebencian.

Morlan diam saja. Roman pun segera menarik semua robot D yang berjaga di sana untuk ikut membantu pasukan R yang dikomandoi Rey.

Para ilmuwan dan penjaga di gerbang Kermogal ditarik dan tempat itu dikosongkan. Mereka akan dibawa ke Pengadilan tertinggi karena melakukan penelitian tanpa sepengetahuan petinggi pemerintahan.

Rey berlari bersama para pasukannya mengejar serigala itu dan benar, para warga masih diungsikan karena kabar yang mendadak.

Para penjaga dengan Robot E pun langsung dengan sigap menembak serigala yang berlari kearah mereka.

"RAARRRRR!"

KRAKK!

"Uhuk! Huekk ...."

BRUKK!

Serigala itu meraung dan langsung melompat ke tubuh para User robot E. Kukunya bisa menembus baju robot hingga mengenai tubuh para User-nya. Darah mengucur dari balik baju robot.

Para pasukan robot E kaget seketika. Mereka tak dilengkapi pedang laser sehingga tak bisa melawan. Namun, mereka tetap gigih menembaki serigala itu hingga semua amunisi mereka habis tak tersisa.

Serigala itu makin marah. Para warga panik dan mulai berlari tak sesuai arahan.

DUAKK! BRUKK!

"Agh! Ahh ... Aw!"

Sandra terjatuh dengan posisi tengkurap. Eliz terkejut. Sandra bahkan terkena injakan para warga karena tak melihatnya di gua yang gelap.

Sandra meringkuk memegangi kepalanya dan menahan rasa sakitnya karena terinjak-injak.

"Sandra! Sandra! Agh!"

Eliz pun terpisah darinya dan tak bisa menolong. Eliz panik seketika. Ia ikut terdorong para warga yang bergerombol berlari menuju ke lorong menuju keluar gua.

Sandra tengkurap di tanah sendirian, tak ada yang bersamanya. Tiba-tiba, pintu keluar ditutup, Sandra terkurung sendirian di dalam gua. Ia panik dan merintih kesakitan.

Ia merasa darah mengucur dari bagian bawah tubuhnya. Sandra tertegun, ia tahu apa yang terjadi. Sandra menangis sedih, ia keguguran.

Sandra meringkuk di tanah memegangi perutnya yang sakit. Ia tak bisa berdiri ataupun merangkak menuju ke pintu gerbang. Sandra hanya bisa meratapi nasibnya yang menyedihkan di dalam gua yang gelap.

Di luar goa.

DOR! DOR!

"RAARRRGGG! GAARRR!"

Suara tembakan bersahut-sahutan dari segala sisi baik dari pasukan R maupun dari User robot E yang menembaki serigala mutan agar tak menyerang para warga yang masih mencoba menyelamatkan diri.

Presiden Roman mengerahkan ratusan mobil listrik pengangkut barang tambang yang sangat besar sebagai akomodasi penyelamat warganya.

Sebuah truk tambang elektrik bisa mengangkut 300 orang sekaligus. Para User robot E segera mengamankan para warga.

"Sir, please ... temanku ... temanku Sandra masih berada di goa. Ia tertinggal, ia sedang hamil ... please ...." pinta Eliz panik memegangi lengan robot E.

User robot E menatapnya seksama.

"Baik, Nona. Jangan khawatir. Kau masuklah ke mobil evakuasi. Kami akan menyelamatkan temanmu, Sandra," ucap User tersebut memegang pundaknya.

"Oh! Thank you, Sir. Thank you," sahut Eliz lega.

Ia pun segera masuk ke dalam truk tambang. Petugas robot E memanggil team-nya untuk menyisir goa mencari keberadaan Sandra.

Semua warga berhasil diselamatkan. Mereka berkumpul di Hall Zekena dengan wakil Presiden Lala—Isteri Presiden Roman.

Lala dikenal baik hati dan tegas dalam memberikan perintah. Para warga yang terluka langsung diobati.

Eliz masih cemas dengan keadaan Sandra. Ia kembali menginformasikan hal ini pada Wakil Presiden Lala.

"Wakil Presiden, maaf ... maaf jika saya lancang," ucap Eliz mendekatinya dengan panik.

Para User robot E langsung menghalangi jalan Eliz, tapi Lala meminta pengawalnya untuk menyingkir. Lala mendekati Eliz.

"Yes. May i help you?" tanyanya sopan dengan senyum ramah.

"My friends, Sandra. Dia tertinggal di goa. Dia sedang hamil. Saya sangat menghawatirkan keadaannya. Ia isteri kapten Rey," jawabnya cemas.

"What?!" pekik Lala kaget.

Lala segera meminta sekretarisnya untuk menghubungi para pasukan evakuasi untuk mencari keberadaan Sandra.

Berita baik pun datang, Sandra ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Ia kehilangan banyak darah dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Eliz minta diantarkan untuk melihat kondisi sahabatnya itu. Lala pun memerintahkan pengawalnya untuk mengantarkan Eliz.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel - THE INTERNAL

  Chapter 01. Bug dalam Game Satu juta orang terjebak di dalam game "The Internal" game virtual yang ternyata memaksa player untuk tetap berada di dalam dunia virtual jika belum menyelesaikan misi dalam game ini. Hal ini disadari oleh direktur A.I.C (adalah perusahaan di bidang IT) dan segera melakukan rapat terbatas bersama seluruh staff dan programmer dari game ini yaitu "Yeon-Jin". Dalam Rapat tersebut ditemukanlah bahwa telah terjadi error atau bug yang diakibatkan oleh proses Upgrade tidak sempurna. dalam hal ini "Ye-Jun" menyatakan memang server sempat mati sebentar" Ye-Jun : " server sempat down 1 menit karena listrik mati dan listrik cadangan tidak otomatis saat itu" Ae-Rin : " terus bagaimana ini pa!?" tanya Ae-rin sekretaris ye-jun khawatir. Ye-Jun : "kita harus memperbaiki bug tentunya, tapi tidak mungkin melakukan upgrade saat ini, karena banyak pemain dalam game" Ae-Rin : "

Novel - The SIMULATIONS Eps. 001

  The Great Ruler. Sebuah negara besar di benua Asia yang kini menjadi sebuah kerajaan terkuat di benua tersebut. Di tiap benua yang ada di seluruh dunia, memiliki sebuah kerajaan terkuat dan sisanya negara-negara kecil yang bertahan dari sisa-sisa perang dunia keempat yang memporak-porandakan dunia. Efek peperangan berimbas ke seluruh dunia tanpa terkecuali. Seluruh negara di dunia saling berperang. Yang dulunya sekutu menjadi musuh. Tak ada rasa saling percaya antar negara yang satu dengan yang lainnya. Namun, dari sebuah bencana pasti ada hikmah di balik semua malapetaka. Mereka mulai melakukan gencatan senjata setelah semua sumber daya di negeri mereka mulai menipis. Banyak nyawa yang hilang akibat perang. Tanah tandus, sungai mengering, limbah dari pembuatan senjata membuat banyak daerah tak bisa dihuni karena pekatnya asap dan bau menyengat yang menimbulkan banyak penyakit dan kematian. Barang-barang tambang digerus hingga tak tersisa hanya untuk mengembangkan

Novel - The SIMULATION Eps. 002

  SECRET WEAPON* Rey berlari dengan senjata laser dikedua tangannya. Ia menembak dengan berani ke semua robot penyerang di Distrik 3 agar tak tembus dan memasuki Distrik 4. Para penyerang dari Rusia yang bekerjasama dengan Siberia, menyerang Great Ruler menggunakan berbagai jenis robot dengan manusia di dalamnya. Mereka masih belum bisa menemukan teknologi SIMULATOR seperti yang diterapkan di Great Ruler. Hal inilah yang membuat mereka datang untuk mengambil semua ide kejeniusan milik Presiden Roman. Semua pasukan robot dari segala level dikerahkan oleh Presiden Roman, adiknya Presiden Morlan tak diam saja melihat negaranya diporak-porandakan. Ia mengambil inisiatif mengeluarkan senjata rahasianya yang tak diketahui oleh semua orang di Great Ruler. Hanya orang-orang yang bekerja dengannya saja yang mengetahui hal itu. Morlan pergi meninggalkan pusat komando ke Gerbang Kermogal. Sebuah gerbang besar tersembunyi buatannya dimana ia menyimpan senjata rahasianya. Gerb