Langsung ke konten utama

Novel - The SIMULATIONS Eps.004


 

TEARS*

Eliz segera pergi menuju ke ruang operasi dimana Sandra sedang dilakukan tindakan karena pendarahan di rahimnya.

Eliz terlihat sangat cemas dan khawatir. Great Ruler sudah kembali normal. Para penyerang sudah pergi dan memilih untuk mundur karena tak berhasil menjatuhkan negara yang terkenal kuat akan kemampuan militernya.

Tiba-tiba, Eliz melihat seseorang berlari ke arahnya dengan cemas. Ia adalah Tony, Kakaknya.

Ia seorang USER dari pasukan T. Ia seorang Captain sama seperti Rey, tapi beda penempatan Distrik saat penyerangan terjadi. Ia bertugas mengamankan perbatasan di garis terluar Great Ruler di tanah tak bertuan, Marema.

Eliz langsung menghampiri dan memeluknya. Ia terlihat bahagia melihat Kakaknya, Tony selamat dari penyerangan malam itu. Ia terlihat kacau dan berantakan.

"Kak, apa kau baik-baik saja?" tanya Eliz cemas.

"Yah, jangan khawatir. Oia, bagaimana keadaan Sandra? Apa dia baik-baik saja?" tanyanya ikut cemas.

"Dia masih dioperasi. Ia mengalami pendarahan," jawab Eliz sedih.

Tony memegang pundaknya erat berusaha meyakinkan Adiknya.

"Ia pasti baik-baik saja. Jangan khawatir," ucap Tony tersenyum tipis.

Eliz mengangguk pelan. Tak lama, pintu ruang operasi dibuka. Eliz dan Tony langsung datang menghampirinya. Dokter itu menatap Eliz dan Tony seksama.

"Apakah kalian keluarga dari wanita yang sedang dirawat di dalam?" tanya dokter itu.

"Ya, Dok. Saya temannya," jawab Eliz mantap.

"Lalu ... apakah Anda suaminya?" tanya Dokter itu menunjuk Tony.

Sontak Tony kaget dan langsung menyangkalnya.

"Oh, bukan dokter. Saya Kakak dari perempuan ini, Eliz. Wanita di dalam itu isteri teman saya, Captain Rey dari pasukan R," jawab Tony menjelaskan.

"Oh, dia isteri Captain Rey?" tanya dokter itu terkejut.

"Iya. Ada apa dokter?" tanya Eliz curiga.

Dokter itu diam sejenak.

"Aku hanya akan mengatakan hal ini pada *C*aptain Rey. Lalu dimana dia sekarang?" tanya dokter itu pada Tony dan Eliz.

"Dia ... mmm ...." Tony terbata. Ia terlihat pucat.

"Ada apa Tony? Apa kau mengetahui sesuatu? Sebaiknya cepat kau katakan," ucap Eliz menatapnya seksama.

"Akan aku katakan nanti. Sebaiknya kita fokus menjaga Sandra dan memulihkan kondisinya," dalih Tony berusaha terlihat normal.

Eliz curiga pada kakaknya, tapi ia menganggukkan kepala. Ia yakin bahwa Rey baik-baik saja.

Setelah operasi, Sandra dipindahkan ke ruang perawatan. Eliz tetap mendampinginya. Eliz dan Sandra adalah teman lama sejak kecil. Ayah ibu mereka sudah meninggal akibat perang. Eliz kini hidup berdua dengan Kakaknya, Tomy.

Ayah dan ibu Sandra dulunya orang militer, sama seperti orang tua Eliz. Oleh karena itu, mereka tetap mendapatkan fasilitas hunian dan uang pengabdian sebagai penunjang hidup Sandra selama ini.

Dulunya, Sandra bekerja di sebuah butik fashion di kota besar bernama Zalama. Ia pergi setiap hari dari Distrik 7 ke Distrik 1 dengan kereta listrik yang membentang jauh melewati semua Distrik. Hari liburnya hanya minggu saja.

Sandra wanita cantik berambut pirang sebahu. Ia sangat modis dengan tubuh tinggi yang langsing dan kaki jenjang bak model.

Ia berdarah campuran Inggris-Amerika. Sorot matanya tajam dan memiliki aksen tegas. Orang-orang banyak berfikir bahwa Sandra salah satu orang militer karena memiliki otot di bagian tubuhnya.

Namun, Sandra selalu menyangkalnya. Ia hanya rajin berolah raga setiap hari seperti ajaran ayah ibunya, tapi tak mempelajari kehidupan militer.

Orang tuanya tak ingin Sandra terlibat dalam peperangan yang akan membahayakan hidupnya. Sandra pun menuruti keinginan orang tuanya dan memilih kehidupan biasa layaknya gadis-gadis normal.

Ia bertemu Rey pertama kali saat Sandra berkunjung ke rumah Eliz yang hanya beda lantai saja dengannya.

Saat itu Rey datang berkunjung menemui Tony, sahabat di tempat mereka dilatih sebagai pasukan militer muda. Rey dan Sandra jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mereka pun menikah muda. Sandra berumur 20 tahun dan Rey berumur 23 tahun saat itu.

Mereka hidup bahagia di apartment Sandra. Rey masih memiliki apartemennya. Ia juga seorang yatim piatu dan tak memiliki saudara.

Kehadiran Sandra menghapus kesendiriannya selama beberapa tahun ini. Ia begitu bahagia bisa menikahi Sandra.

Hingga akhirnya, kebahagiaan mereka bertambah saat Rey dipromosikan menjadi seorang Captain pasukan dengan nama Team R, sesuai dengan nama Rey.

Temannya Tony ikut menjadi Captain sepertinya, hanya saja Rey lebih unggul. Rey lebih tangkas dan cerdas.

Rey berwajah tampan dengan rambut sedikit kecoklatan. Memiliki tubuh atletis dan terlihat sangat ramah. Senyumnya pun sangat menawan. Tinggi 180cm dan sangat cerdas.

Oleh karena itu, Presiden Roman sangat mengandalkannya dalam tiap peperangan karena Rey selalu memenangkannya dan seluruh anggotanya pun selamat. Ia sangat dipuja dan dihormati di kalangan militer Great Ruler.

Hanya saja, semenjak menikah, Rey tak mengizinkan Sandra bekerja lagi. Ia ingin Sandra selalu di rumah dan menunggunya pulang dengan sambutan senyum menawannya.

Sandra tak keberatan. Mereka melalui hari-hari bahagia dan romantis layaknya pasangan suami isteri muda dengan penuh kebahagiaan.

Hingga akhirnya, kabar Sandra hamil menjadi kebahagiaan terbesar bagi Rey, tapi kini kebahagiaan itu harus sirna karena Sandra keguguran.

Sandra yang sudah sadar dan mendengar kabar dari dokter itupun menangis sedih. Ia sangat merasa kehilangan, ia takut mengecewakan suaminya.

Namun, kesedihannya bertambah saat Tony menyampaikan berita buruk untuknya malam itu.

"Sandra, aku benar-benar minta maaf, tapi aku memang harus menyampaikan hal ini padamu," ucap Tony gugup.

"Ada apa, Tony?" tanya Sandra ikut cemas.

"Suamimu, Rey. Ia tewas, setelah bertarung dengan serigala mutan itu," ucapnya berusaha setegar mungkin.

Sandra shock saat itu juga. Air matanya langsung menetes tanpa bisa membendungnya.

Eliz langsung memeluknya erat. Ia ikut menangis mendengar hal ini. Tony mendongakkan kepala menahan air mata kesedihan agar tak ikut menetes di wajahnya.

Tubuh Sandra gemetaran. Ia tak menyangka lelaki yang sangat dicintainya harus mati mengenaskan demi menyelamatkan warga Great Ruler.

"Bagaimana bisa, Tony? Bagaimana bisa Rey tewas?" tanya Sandra dengan suara serak karena menahan isak tangis di hatinya.

"Ini semua salah Jenderal muda itu! Rey harus berangkat menggantikan tugasnya! Apa kau tahu, Sandra? Jenderal sombong itu berpura-pura sakit. Padahal ia mabuk dan teler di rumahnya setelah pesta pora dengan gadis-gadis malam itu. Ia tak bisa bangun karena sangat mabuk. Jenderal macam apa yang mengabaikan tugasnya hanya karena hawa nafsu dan kepentingan pribadinya, huh?!" pekik Tony lantang penuh dengan emosi meluap-luap.

Hati Sandra makin sakit setelah mendengar cerita Tony.

"Siapa nama Jenderal itu?" tanya Sandra dengan penuh kebencian.

"Matteo Corza. Ia anak lelaki satu-satunya Presiden Morlan," jawab Tony cepat.

Terlihat Sandra menaruh dendam dengan Jenderal muda bernama Matteo itu. Ia menyalahkan dirinya karena membuat suami yang dicintainya meninggal dan keguguran anak pertamanya.

Hati Sandra kini menghitam. Ia bersumpah akan membalaskan dendam atas kematian suami dan bayinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel - THE INTERNAL

  Chapter 01. Bug dalam Game Satu juta orang terjebak di dalam game "The Internal" game virtual yang ternyata memaksa player untuk tetap berada di dalam dunia virtual jika belum menyelesaikan misi dalam game ini. Hal ini disadari oleh direktur A.I.C (adalah perusahaan di bidang IT) dan segera melakukan rapat terbatas bersama seluruh staff dan programmer dari game ini yaitu "Yeon-Jin". Dalam Rapat tersebut ditemukanlah bahwa telah terjadi error atau bug yang diakibatkan oleh proses Upgrade tidak sempurna. dalam hal ini "Ye-Jun" menyatakan memang server sempat mati sebentar" Ye-Jun : " server sempat down 1 menit karena listrik mati dan listrik cadangan tidak otomatis saat itu" Ae-Rin : " terus bagaimana ini pa!?" tanya Ae-rin sekretaris ye-jun khawatir. Ye-Jun : "kita harus memperbaiki bug tentunya, tapi tidak mungkin melakukan upgrade saat ini, karena banyak pemain dalam game" Ae-Rin : "

Novel - The SIMULATIONS Eps. 001

  The Great Ruler. Sebuah negara besar di benua Asia yang kini menjadi sebuah kerajaan terkuat di benua tersebut. Di tiap benua yang ada di seluruh dunia, memiliki sebuah kerajaan terkuat dan sisanya negara-negara kecil yang bertahan dari sisa-sisa perang dunia keempat yang memporak-porandakan dunia. Efek peperangan berimbas ke seluruh dunia tanpa terkecuali. Seluruh negara di dunia saling berperang. Yang dulunya sekutu menjadi musuh. Tak ada rasa saling percaya antar negara yang satu dengan yang lainnya. Namun, dari sebuah bencana pasti ada hikmah di balik semua malapetaka. Mereka mulai melakukan gencatan senjata setelah semua sumber daya di negeri mereka mulai menipis. Banyak nyawa yang hilang akibat perang. Tanah tandus, sungai mengering, limbah dari pembuatan senjata membuat banyak daerah tak bisa dihuni karena pekatnya asap dan bau menyengat yang menimbulkan banyak penyakit dan kematian. Barang-barang tambang digerus hingga tak tersisa hanya untuk mengembangkan

Novel - The SIMULATION Eps. 002

  SECRET WEAPON* Rey berlari dengan senjata laser dikedua tangannya. Ia menembak dengan berani ke semua robot penyerang di Distrik 3 agar tak tembus dan memasuki Distrik 4. Para penyerang dari Rusia yang bekerjasama dengan Siberia, menyerang Great Ruler menggunakan berbagai jenis robot dengan manusia di dalamnya. Mereka masih belum bisa menemukan teknologi SIMULATOR seperti yang diterapkan di Great Ruler. Hal inilah yang membuat mereka datang untuk mengambil semua ide kejeniusan milik Presiden Roman. Semua pasukan robot dari segala level dikerahkan oleh Presiden Roman, adiknya Presiden Morlan tak diam saja melihat negaranya diporak-porandakan. Ia mengambil inisiatif mengeluarkan senjata rahasianya yang tak diketahui oleh semua orang di Great Ruler. Hanya orang-orang yang bekerja dengannya saja yang mengetahui hal itu. Morlan pergi meninggalkan pusat komando ke Gerbang Kermogal. Sebuah gerbang besar tersembunyi buatannya dimana ia menyimpan senjata rahasianya. Gerb